Beberapa Penyebab Error Pada Pemrograman PHP

Bagi kita yang sudah malang-melintang di dunia programming, termasuk PHP, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya “error” di dalam program. Ibaratnya itu sudah menjadi kudapan sehari-hari. Hehe. Sedangkan bagi kita yang baru terjun di dunia programming, terutama PHP, seringkali “error” merupakan sesuatu yang menakutkan dan membingungkan. Banyak yang akhirnya nyerah dengan programming. Dalam tutorial ini, saya mencoba mengumpulkan berbagai macam error program PHP yang paling sering ditemui oleh programmer, terutama yang masih dalam tahap belajar. Diharapkan dengan tutorial ini, kita semua akan terbantu dalam memperbaiki berbagai error program PHP yang mungkin ditemui saat membuat program. Memang untuk menjadi terbiasa menghadapi berbagai error program, diperlukan proses pembelajaran dan pengalaman yang cukup banyak. Oleh karena itu, perbanyaklah belajar dan mencoba sebanyak-banyaknya program jika Anda ingin menguasai pemrograman web dengan PHP. Berikut ini beberapa penyebab error pada program PHP yaitu:

1. Kurangnya Titik Koma
Jenis error program ini merupakan error yang paling sering ditemui. Penyebabnya karena kurang menambahkan titik-koma ( ; ) pada akhir suatu perintah (statement). Solusi dalam mencari letak kesalahan programnya membutuhkan kejelian dan ketelitian. Namun demikian, umumnya akan ditunjukkan baris dimana error tersebut muncul. Mulailah dari baris tersebut, namun tidak selamanya penyebab kesalahan berada pada baris yang ditunjukkan. Terkadang penyebab kesalahan justru berada di baris atas atau sebelumnya.
Berikut ini beberapa contoh program beserta tampilan error yang akan muncul jika program dijalankan:
Contoh 1.1
<?php
$nim = "1111500111";
$nama = "Rohim Abtista"
echo $nim;
echo $nama;
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_ECHO in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error1.1.php on line 4

Baris yang ditunjukkan pada tampilan error di atas adalah baris ke-4, namun jika diperhatikan program 1.1 di atas ternyata penyebab error justru bukan di baris ke-4. Penyebab error berada pada baris 3, dimana statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ). Mengapa PHP justru menunjuk ke baris 4? Hal ini disebabkan karena proses pemeriksaan sintaks oleh PHP dilakukan secara berurutan (sekuensial) dari baris pertama hingga terakhir. Pada baris ketiga belum terjadi error, namun statement masih memerlukan adanya titik-koma ( ; ). Saat PHP berada di baris 4, bukan titik-koma ( ; ) yang ditemukan, namun justru perintah “echo”, sehingga disinilah PHP akan menunjukkan errornya. PHP tidak akan mengetahui penyebab errornya dimana, namun PHP akan menunjukkan pada baris mana error mulai terjadi.
Tips: Periksa program pada baris yang ditunjukkan oleh pesan error, jika tidak ditemukan, periksa baris atasnya. Demikian dan seterusnya hingga penyebab error ditemukan.
Contoh 1.2
<?php
$user = "abtista";
$pass = "123"
if ($user == "abtista" && $pass == "123") {
      echo "Login Berhasil";
} else {
      echo "Login Gagal";
}
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_IF in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error1.2.php on line 4

seperti program 1.1, penyebab errornya adalah kurang titik-koma. Pada program 1.1, letak kesalahan diikuti dengan perintah echo sehingga pesan kesalahan mengatakan “unexpected T_ECHO”. Sedangkan pada program 1.2, letak kesalahan diikuti dengan perintah if, sehingga pesan kesalahan yang ditampilkan adalah “unexpected T_IF”. Dari pesan kesalahan tersebut, kita dapat mengetahui letak kesalahan pasti berada sebelum perintah if, tepatnya pada baris ke-3, statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ).
Contoh Program 1.3
<?php
$day = date ("D")
switch ($day) {
 case 'Sun'  : $hari = "Minggu"; break;
 case 'Mon'  : $hari = "Senin"; break;
 case 'Tue'  : $hari = "Selasa"; break;
 case 'Wed'  : $hari = "Rabu"; break;
 case 'Thu'  : $hari = "Kamis"; break;
 case 'Fri'  : $hari = "Jum'at"; break;
  case 'Sat'  : $hari = "Sabtu"; break;
  default : $hari = "Kiamat";
}
echo "Hari ini hari <b>$hari</b>";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_SWITCH in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error1.3.php on line 3

Seperti dua contoh sebelumnya, jelas bahwa pada program 1.3 letak kesalahan berada sebelum perintah switch, tepatnya pada baris ke-2, statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ). Jadi, jika muncul pesan kesalahan yang mirip seperti di atas, langsung saja cari perintah switch dan perhatikan baris perintah sebelumnya.
Contoh Program 1.4
<?php
/* contoh 1 */
$i = 1
while ($i <= 10) {
 echo $i++;
}
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_WHILE in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error1.4.php on line 4

Pada contoh program 1.4 di atas, letak kesalahan berada tepat di atas perintah while, tepatnya di baris ke-3. Statement seharusnya diakhiri dengan titik-koma.
Contoh Program 1.5
<?php
function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
if ($i%2 == 1) {
echo "$i ";
}
}
}
//pemanggilan fungsi
$a = 10;
$b = 50;
echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>"
cetak_ganjil($a, $b);
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_STRING, expecting ',' or ';' in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error1.5.php on line 13

Pada contoh program 1.5 di atas, sudah jelas bahwa letak kesalahannya pada baris ke-12 dimana statement tidak diakhiri titik-koma. Error dengan pesan “unexpected T_STRING” perlu dicermati dengan lebih teliti karena error tidak hanya terjadi karena kurangnya titik-koma, namun dapat juga karena kurang koma ( , ) atau operator penggabungan string berupa titik ( . ). Namun demikian, umumnya terjadi karena penulisan string yang tidak lengkap.
Contoh Program 1.6
<?php
echo "test"
function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
if ($i%2 == 1) {
echo "$i ";
}
}
}
//pemanggilan fungsi
$a = 10;
$b = 50;
echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>";
cetak_ganjil($a, $b);
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_FUNCTION, expecting ',' or ';' in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error1.6.php on line 3

Contoh program 1.6 di atas mirip dengan contoh program sebelumnya, hanya saja letak kesalahannya sekarang berada pada baris ke-2, sebelum pendefinisian fungsi. Pada baris tersebut, seharusnya diakhiri dengan titik-koma ( ; ).
Contoh Program 1.7
<?php
$nim = "0411500400";
$nama = 'Reni Eka sari' ;
$umur = 23;
$nilai = 82.25;
$status = TRUE;
echo "NIM : " . $nim . "<br>";
echo "Nama : $nama<br>";
print "Umur : " . $umur; print "<br>";
printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai);
     
if ($status)
echo "Status : Aktif"
else
echo "Status : Tidak Aktif";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_ELSE, expecting ',' or ';' in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error4.1.php on line 14

Letak kesalahan pada contoh program 1.7 bukanlah pada baris ke-14 seperti ditunjukkan di atas, namun terletak di baris ke-13 (sebelum perintah ELSE) dimana statement tidak diakhiri dengan titik-koma.

2. Kekurangan atau Kelebihan Tanda Kutip
Penyebab error program yang kedua berkaitan dengan tanda kutip, baik kutip tunggal (‘) maupun kutip ganda (“). Seperti kita ketahui bahwa di PHP, string dapat dituliskan dengan diapit oleh tanda kutip tunggal (‘) dan kutip ganda (“). Error program akan terjadi jika penyajian tanda kutip yang tidak tepat, misalnya tidak ditutup (kurang kutip) atau kelebihan kutip.
Berikut ini beberapa contoh program PHP yang error karena permasalahan tanda kutip:
Contoh Program 2.1
<?php
$nim = "0411500400;
$nama = 'Reni Eka Sari';
echo "NIM : " . $nim . "<br>";
echo "Nama : $nama";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_STRING in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error2.1.php on line 4

Perhatikan contoh program 2.1 di atas. Pesan kesalahan menunjuk pada baris ke-4, tetapi penyebab kesalahan justru ada di baris ke-2. Hal tersebut terjadi karena pada baris ke-2 terdapat string yang dibuka dengan kutip ganda (“) namun tidak ada penutup atau pasangannya. Pada proses kompilasi, PHP akan memeriksa sintaks program secara berurutan. Saat ditemukan tanda kutip, maka program akan menganggap teks berikutnya sebagai sebuah string hingga ketemu pasangannya. Seperti pada contoh program 2.1 di atas, program tidak menemukan pasangan dari kutip ganda (“) yang ada di baris kedua pada baris yang sama, namun justru ditemukan kutip ganda (“) pada baris ke-4. Kutip ganda pada baris keempat dianggap sebagai pasangan (penutup) kutip ganda pada baris kedua. Setelah ditemukan penutup dari kutip tersebut, maka program akan menganggap bahwa penyajian string (statement) sudah lengkap dan harus ditutup dengan titik-koma atau operator penggabungan string. Ternyata program tidak menemukan penutup statement setelahnya, sehingga terjadilah error di baris ke-4.
Untuk mengatasi error pada program 2.1 di atas tentunya cukup dengan menambahkan kutip ganda sebelum titik-koma pada baris kedua. Menemukan letak kesalahan yang berkaitan dengan tanda kutip memang terkadang agak sulit dilakukan, terutama pada program yang cukup panjang. Letak kesalahan seringkali berada pada baris yang sama sekali berbeda dengan petunjuk pada pesan kesalahannya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap penanganan string menjadi cukup penting dan sangat membantu kita dalam menemukan letak kesalahan dengan cepat. Jika perlu, pelajari kembali mengenai String dan Tanggal. Selain itu, penggunaan editor program yang baik dan sesuai juga sangat membantu menemukan kesalahan dengan cepat, karena pada umumnya editor memiliki pewarnaan yang berbeda antara string, nama variabel maupun perintah bawaan PHP. Sebagai contoh, bandingkan contoh program 1.7 dan 2.1 di atas. Perintah echo pada program 1.7 semuanya berwarna kuning, namun perintah echo pada program 2.1 berwarna biru. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada program 2.1 pasti terjadi kesalahan.
Contoh Program 2.2
<?php
$nim = "0411500400";
$nama = 'Reni Eka Sari; 
echo "NIM : " . $nim . "<br>"; 
echo "Nama : $nama"; 
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_ENCAPSED_AND_WHITESPACE in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error2.2.php on line 3

Penyebab error pada program 2.2 di atas sudah cukup jelas, yaitu kurangnya pasangan tanda kutip tunggal ( ‘ ) pada baris ketiga. Sama seperti error pada program sebelumnya, kita juga dapat menganalisa kesalahan program dengan memperhatikan warna source code yang ditampilkan oleh editor.
Contoh Program 2.3
<?php
$nim = 0411500400";
$nama = 'Reni Eka Sari';
echo "NIM : " . $nim . "<br>";
echo "Nama : $nama";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected '"' in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error2.3.php on line 2

Perhatikan baris kedua program 2.3 di atas. Terlihat bahwa nilai dari variabel $nim bertipe string, sehingga harus diapit dengan tanda kutip. Inisialisasi variabel $nim tidak diawali dengan tanda kutip ganda ( “ ) sehingga menyebabkan error program.

3. Kurang Operator Penggabungan String
Seperti kita ketahui bahwa suatu string dapat digabungkan dengan variabel atau string lainnya menggunakan operator penggabungan titik ( . ). Error akan ditampilkan jika pada penggabungan string yang tidak menggunakan operator tersebut. Berikut ini contoh program PHP yang error dalam hal penggabungan string.
Contoh Program 3.1
<?php
$nim = "0411500400";
$nama = 'Reni Eka Sari' ;
echo "NIM : " $nim . "<br>";
echo "Nama : $nama";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_VARIABLE, expecting ',' or ';' in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error3.1.php on line 4

Perhatikan baris keempat program 3.1 di atas. Antara string “NIM : “ dan variabel $nim seharusnya terdapat operator penggabungan titik ( . ), seperti pada penggabungan $nim dan string “<br>”. Selain dengan menggunakan operator penggabungan, string dan variabel juga dapat digabungkan dengan memasukkan nama variabel ke dalam string yang diapit dengan kutip ganda, seperti pada contoh baris ke-5 program 3.1 di atas.

4. Kelebihan atau Kekurangan Tanda Kurung Kurawal
Pada bahasa pemrograman PHP, kurung kurawal, baik { maupun }, digunakan untuk mengelompokkan suatu blok perintah tertentu, seperti pada struktur kondisi IF-ELSE, perulangan WHILE, pendefinisian fungsi, dan sebagainya. Penanganan error program yang berkaitan dengan kelengkapan kurung kurawal terkadang sedikit sulit dilakukan, terutama jika program sudah cukup kompleks dan gaya penulisan program (coding style) tidak baik dan teratur. Kerapihan dalam penulisan program sangat berguna bagi programmer dalam mengelola program di kemudian hari, maupun dalam melakukan penelusuran kesalahan (error).
Gaya penulisan program atau coding style memang setiap programmer memang berbeda, namun demikian biasakanlah untuk mengikuti coding style yang baik. Di antara coding style yang baik adalah konsistensi dalam penulisan nama variabel, fungsi dan class, penggunaan indentasi (indenting) untuk blok dengan level yang berbeda, penambahan keterangan atau komentar program dan sebagainya. Kita dapat mengikuti salah satu coding standard yang sudah ada dan banyak digunakan oleh programmer di seluruh dunia, seperti Zend Framework Coding Standard dan PEAR Coding Standard.
Beberapa contoh program berikut ini akan mempermudah pemahaman kita dalam menangani kesalahan program terkait kurung kurawal.
Contoh Program 4.1
<?php
$day = date ("D");
switch ($day) {
case 'Sun' : $hari = "Minggu"; break;
case 'Mon' : $hari = "Senin"; break;
case 'Tue' : $hari = "Selasa"; break;
case 'Wed' : $hari = "Rabu"; break;
case 'Thu' : $hari = "Kamis"; break;
case 'Fri' : $hari = "Jum'at"; break;
case 'Sat' : $hari = "Sabtu"; break;
default : $hari = "Kiamat";
     
echo "Hari ini hari <b>$hari</b>";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error4.1.php on line 15

Saat kita menemukan pesan kesalahan seperti di atas, terkadang kita bingung sendiri karena kesalahan justru menunjuk pada baris yang tidak ada perintah apapun yaitu baris ke-15. Error tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa penyebab error adalah kurangnya kurung kurawal penutup. Yang harus dilakukan adalah dengan memeriksa setiap blok dalam program dan pastikan bahwa setiap kurawal buka { memiliki pasangan }. Disinilah kerapihan penulisan program akan sangat membantu penelusuran. Pada contoh program 4.1 di atas letak kesalahannya ada di baris ke-12 dimana kurawal buka pada blok SWITCH-CASE belum memiliki pasangan (belum ditutup).
Contoh Program 4.2
<?php
function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
if ($i%2 == 1) {
echo "$i ";
}
}
}
}
//pemanggilan fungsi
$a = 10;
$b = 50;
echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>";
cetak_ganjil($a, $b);
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected '}' in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error4.2.php on line 9

Berbeda dengan contoh program 4.1, pada contoh program 4.2 justru kelebihan kurung kurawal penutup sehingga ditampilkan error program seperti di atas. Pada pesan kesalahan ditunjukkan bahwa error berada pada baris ke-9, namun sebenarnya kelebihan kurawal berada di baris ke-8. Hapus kurawal } pada baris ke-8. Sekali lagi disini gaya penulisan program yang baik akan sangat membantu proses identifikasi kesalahan. Jika salah dalam menghapus kurung kurawal seringkali akan menimbulkan error yang lain, sehingga diperlukan ketelitian dan pengalaman dalam menangani error serupa.

5. Kesalahan Nama Variabel
Variabel merupakan tempat penyimpanan suatu nilai dalam program. Variabel terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu variabel bawaan (built-in) dari PHP dan variabel yang didefinisikan oleh programmer. Untuk jenis yang kedua, kita dapat mendefinisikan variabel sesuai kebutuhan, namun penamaannya harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan PHP. Beberapa aturan dasar antara lain harus diawali dengan tanda $ dan diikuti dengan huruf atau garis bawah ( _ ), tidak boleh diawali dengan angka, tidak boleh mengandung karakter khusus seperti spasi, tanda ‘$’ dan tanda ‘+’, dan seterusnya. Kesalahan dalam penamaan variabel dapat menyebabkan error program.
Berikut ini contoh error program yang disebabkan karena kesalahan penamaan variabel.
Contoh Program 5.1
<?php
$nim = "0411500400";
$nama = 'Reni Eka Sari';
$umur = 23;
$3nilai = 82.25;
$status = TRUE;
echo "NIM : " . $nim . "<br>";
echo "Nama : $nama<br>";
print "Umur : " . $umur; print "<br>";
printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai);
     
if ($status)
echo "Status : Aktif";
else
echo "Status : Tidak Aktif";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Parse error: syntax error, unexpected T_LNUMBER, expecting T_VARIABLE or '$' in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error5.1.php on line 5

Pada baris ke-5 program 5.1 di atas terdapat pendefinisian variabel $3nilai. Nama variabel tersebut tidak diijinkan karena setelah tanda $ terdapat karakter angka. Seharusnya setelah tanda $ diikuti oleh huruf atau karakter garis-bawah ( _ ). Untuk memperbaiki program di atas, tentu dengan mengganti nama variabel sesuai dengan ketentuan penamaan variabel yang benar.

6. Variabel Belum Didefinisikan
Dalam hal penanganan variabel, PHP memang memiliki keleluasaan seperti variabel tidak perlu dideklarasikan. Kita dapat langsung mendefinisikan isi dari variabel tanpa perlu dipusingkan dengan deklarasi atau tipe data dari variabel. Tipe data akan ditentukan oleh PHP berdasarkan isi dari variabelnya. Namun demikian, kita tetap perlu memahami bahwa pada suatu kondisi, penggunaan variabel yang belum terdefinisikan sebelumnya dapat menyebabkan munculnya error program. Sebagai contoh dalam program 6.1 berikut ini.
Contoh Program 6.1
<?php
for($i=1; $i<=10; $i++) {
$total = $total + $i;
}
echo $total;
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Notice: Undefined variable: total in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error6.1.php on line 3

Maksud dari program 6.1 di atas adalah ingin menghitung dan menampilkan total dari 10 bilangan bulat yang dimulai dari 1. Dengan demikian terdapat variabel $total yang akan diisikan hasil penjumlahan untuk setiap bilangan dari 1 hingga 10. Perhatikan baris ke-3 program dimana terdapat perintah $total = $total + $i;. Pesan kesalahan muncul karena pada saat perulangan baru dimulai ($i = 1) nilai awal dari $total yang ditambahkan dengan nilai $i belum terbentuk atau belum ada. Untuk mengatasi error tersebut, kita perlu mendefinisikan nilai awal dari $total sebelum perulangan untuk menghitung total. Karena $total pasti akan bernilai bilangan bulat, maka kita dapat memberi nilai awal $total dengan 0, sehingga perintah yang perlu ditambahkan adalah $total = 0.

7. Mengakses Index Array yang Tidak Ada
Seperti halnya variabel, dalam hal penanganan array, PHP juga tidak memerlukan pendeklarasian awal maupun penentuan jumlah elemen dari array. Akan tetapi, pengaksesan elemen array yang tidak ada atau belum terbentuk akan menyebabkan error seperti pada contoh program 7.1 berikut ini.
Contoh Program 7.1
<?php
$arrBuah = array ("Mangga", "Apel", "Pisang", "Jeruk");
echo $arrBuah[0]; //Mangga
echo $arrBuah[4]; //Jeruk
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Notice: Undefined offset: 4 in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error7.1.php on line 4

Pada program 7.1 diatas terdapat sebuah variabel array dengan nama $arrBuah yang didefinisikan berisi 4 elemen. Index dari elemen array secara default diawali dengan 0, sehingga elemen array tersebut dapat diakses dengan index 0, 1, 2 dan 3. Pesan kesalahan terjadi karena pada baris ke-4, program mengakses elemen dengan index 4, dimana index array tersebut tidak ada atau belum terbentuk. Jika ingin mengakses elemen terakhir dari $arrBuah tersebut, maka seharusnya menggunakan index 3.

8. Pembagian dengan Nol
Perhitungan matematika di dalam program seringkali diperlukan, misalnya dalam kaitannya dengan perhitungan gaji, perhitungan total pemesanan barang, dan sebagainya. Terkait dengan perhitungan matematis tersebut, kita perlu jeli dalam penerapannya, terutama jika berkaitan dengan pembagian. Dalam matematika, pembagian dengan bilangan 0 akan menghasilkan nilai yang tidak terdefinisi. Dalam program, pembagian dengan bilangan 0 akan menyebabkan adanya error “Division by zero”. Berikut ini contoh sederhananya:
Contoh Program 8.1
<?php
$a = 10;
$b = 0;
     
echo $a / $b;
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Warning: Division by zero in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error8.1.php on line 5

Perhatikan program 8.1 di atas. Nilai variabel $a adalah 10, $b adalah 0. Pada baris ke-5 terdapat perintah untuk menampilkan hasil pembagian $a / $b, yang berarti 10 / 0. Tentu hal tersebut akan menyebabkan error seperti terlihat pada contoh di atas.

9. Memanggil Fungsi yang Belum Terdefinisi
Setiap fungsi, baik fungsi built-in maupun fungsi buatan, yang dipanggil dalam program PHP, harus sudah didefinisikan terlebih dahulu. Fungsi built-in sudah didefinisikan oleh PHP sehingga tidak perlu didefinisikan lagi, contohnya fungsi strlen(), addslashes(), explode(), date() dan sebagainya. Sementara itu, fungsi buatan harus didefinisikan sendiri oleh programmer dan letak pendefinisian fungsi dapat diakses oleh bagian program yang memanggilnya. Pemanggilan fungsi yang belum terdefinisi atau kesalahan penulisan nama fungsi saat pemanggilan sering terjadi sehingga menyebabkan pesan kesalahan.
Pada contoh program berikut ini terdapat kesalahan penulisan fungsi addslashes() sehingga menyebabkan error “Call to undefined function”.
Contoh Program 9.1
<?php
$str = "Is your name O'Reilly ?";
$str2 = addlashes ($str);
$str3 = stripslashes ($str2);
echo "<b>String asli</b> : $str";
echo "<br><b>addslashes()</b> : $str2";
echo "<br><b>stripslashes()</b> : $str3";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Fatal error: Call to undefined function addlashes() in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error9.1.php on line 3

10. Menyertakan File (Include) yang Tidak Ada
Pada aplikasi berbasis PHP, menyertakan (include) file sudah biasa dilakukan. Misalnya pada saat program harus menyertakan library seperti Smarty, FPDF, JPGraph dan sebagainya. Untuk menyertakan file lain dalam PHP dapat menggunakan fungsi include(), include_once(), require() atau require_once(). Masing-masing memiliki perbedaan penggunaannya. Penyertaan file yang tidak benar, baik karena filenya tidak ada, path atau lokasi file yang salah maupun akses terhadap file tidak diijinkan, dapat menyebabkan error program. Contohnya pada program 10.1 berikut ini.
Contoh Program 10.1
<?php
include "koneksi.php";
echo "testing";
?>
Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:
Warning: include(koneksi.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error10.1.php on line 2 Warning: include(): Failed opening 'koneksi.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/php:/usr/share/pear') in /home/abtista/public_html/artikel_demo/error-php/error10.1.php on line 2

File koneksi.php yang disertakan dalam program 10.1 di atas tidak ada sehingga pesan kesalahan “failed to open stream” muncul. Dengan demikian, kita harus pastikan bahwa file yang kita include-kan benar-benar ada dan diakses dengan benar.
Demikianlah 10 Penyebab Error Program dalam PHP beserta 19 contoh programnya. Semoga dengan artikel ini, kita semua dapat lebih memahami bagaimana menangani pesan kesalahan atau error program yang terjadi dalam proses pembelajaran kita. Dan yang terpenting dalam proses pembelajaran PHP adalah konsistensi serta kesungguhan kita dalam mencoba sebanyak-banyaknya contoh program sehingga kemampuan PHP akan semakin meningkat.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para programmer PHP sejati...

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Stistik Blog

Pengikut

Google+ Followers

Copyright © 2013-2014. Abtista Blogs - All Rights Reserved Tamplate Design by Blogger